Kenape Parno Gitu sih Bang?

•April 12, 2007 • 2 Comments

Bagus kan KPUD berniat membuat masyarakat nggak beli kucing dalam karung. Biar Jakarta nggak jadi kota paling korup. Makanya para cagub-nya harus berani buka-bukaan soal kekayaan. Kalo ngga mau “ditelanjangin” ya… jangan nyalon jadi cagub aje deh bang.

Ah si abang.

Malu nih kite sebagai anak betawi. 

Anak betawi
Nggak suka kucing dalem karung.

Wajib Beberkan Kekayaan, Fauzi Bowo Protes KPUD

Kamis, 12 April 2007, 11:55:12

Jakarta, Rakyat Merdeka. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta berencana memberlakukan persyaratan administrasi dalam proses pendaftaran calon gubernur yang akan mengikuti pilkada Jakarta 2007. Yaitu, dengan mewajibkan setiap cagub menyerahkan laporan tentang dana yang akan digunakan untuk proses kempanye.

Menanggapi hal itu, calon gubernur yang diusung koalisi parpol Jakarta, Fauzi Bowo menilai bahwa KPUD belum memahami fungsi statusnya sebagai pelaksana pilkada, alias salah kaprah dengan tugas pokok dan fungsi.

“Tolong baca dulu aturannya seperti apa, kan tugas KPUD melaksanakan pemilu bukan melakukan pemeriksaan keuangan cagub,” ujar Fauzi Bowo kepada Situs Berita Rakyat Merdeka saat ditemui di Balaikota, Jakarta, Kamis siang ini (12/4).

Bila terdapat aturan terkait dengan pemeriksaan tersebut, Foke –panggilan akrab wakil gubernur DKI Jakarta–, maka lembaga pelaksana pemilu itu baru bisa menjalankan tugas pemeriksaan yang telah diwacanakan beberapa waktu lalu.

“Kalau ada aturannya boleh-boleh saja. Kita tunggu aturannya,” tandas pria berkacamata ini. Disamping itu, ketua PW NU DKI Jakarta ini juga berpendapat, setiap peraturan yang dibuat selalu didasari dengan berbagai pertimbangan tentang tugas pokok dan fungsi sebuah lembaga. “Peraturan itu dibuat tidak sembarangan,” tukasnya.

Sebelumnya, Plh Ketua KPUD DKI Jakarta Juri Ardiantoro mengatakan, pihaknya akan memeriksa lalu lintas penggunaan dana kampanye dengan mewajibkan para calon untuk menyerahkan laporan rekening dana kampanye. “Siapa saja boleh menyumbang. Tapi soal besarnya ada aturannya,” tuturnya kemarin. iga

Dari Situs Rakyat Merdeka.

1001 alesan jangan pilih si abang

•April 11, 2007 • 8 Comments

Kemarenan anak betawi kelilingan Jakarta nanyain warge kenapa mereka pada males milih fauzi bowo jadi gubernur.

Ini beberapa alesan yang udah kecatet. Kalo pade mo bantu tambahin daptar alesan, silakan aje:

1. Sama Sutiyoso bikin sengsara rakyat Jakarta karena banjir tiap taon.
2. Pengangguran tambah banyak.
3. Jakarta makin nggak aman.
4. Nggak berhasil ngapusin pungli buat pelayanan masyarakat.
5. Sering marah kalo dikritik.
6. Narkoba makin marak.
7. Manfaatin kampanye Narkoba buat bikin populer.
8. Jakarta jadi kota paling korupsi.
9. Mau ngelarang motor masuk protokol segala.
10. Resmi didukung cendana
11. Manpaatin jabatan cagub buat kepentingan pribadi.
12. Diduga melestarikan praktek KKN
13. Bikin Pilkada DKI nggak seru, cuma punya dua calon.
14. Nyuap parpol-parpol buat mendukung. 30 M per parpol.
15. Bikin surat-surat (KTP, Akte) masih dipungli di Jakarta.
16. Banyak proyek jadi sarana korupsi, bukan untuk rakyat.
17. Hobinya cuma ngegusur pedagang kaki lima.
18. Ex Bendahara GOLKAR (jago mark up dong)
19. Suka fitnah kalo lagi ceramah.
20. Jalan di komplek gue nggak pernah bener.
21. Sangat feodal, susah ditemuin rakyat, kecuali pas mau pilkada.
22. Biaya baju dinasnya lebih gede dari anggaran untuk masayarakat.
23. Nggak mau pake ilmu tata-kotanya buat benerin Jakarta 

Gatot Dong, Pemberantasan Narkoba di Jakarta

•April 11, 2007 • 6 Comments

Wah, Kalo baca berita di bawah, berarti gagal total alias gatot dong pemberantasan narkoba di Jakarta. Terus apa gunanye dong foto si abang dipampang di plang-plang segala. Nggak ada manpaatnya dong ye.

Ampun deh..
Sayang banget duit sebanyak entu dipake buat nampangin poto si abang.

Anak betawi
anti narkoba (dan pemanfaatan kampanye Narkoba yang nggak mutu)


Foto diambil dari blogombal.org

=====

None of sub-district in Jakarta is free from drug

BeritaJakarta.com Jakarta Vice Governor, Fauzi Bowo asked to the society to keep out their surrounding from drug. It is because there are no sub-district in Jakarta is free from drug. Drug is serious problem, so the society has to supervise the drug distribution. “Keep out our children from drug,” Bowo said.At this time, the drug distributor is very clever to influence the society to use drug. The example is, if the user is include in low economic, the distributor will give the drug free as long as the user has to be the drug distributor too. The drug circulation has been reached in senior high school student. In fact, elementary students also use drug.

According to the Badan Narkotika Nasional (BNN) data, there are 41 people died causing by drug everyday in Indonesia. Since 2001, the drug user is increasing hundreds or thousands people. In 2001, there were 3.617 cases, 2003 were 7.140 cases and in 2006 there were 17.355 cases. The government keeps doing the drug fight socialization in every area. Without any help from the society, the socialization is nothing.

rizky
Source : elky

Pluralis atawe Ngaduk-ngaduk Agama nih…

•April 11, 2007 • 8 Comments

Ini foto si abang ikutan sebuah acara di gereja.

Maksudnye biar dibilang pluralis kali ye! 
Tapi kenapa sih ikut tepok-tepok dan nyanyi-nyanyi. Itukan udah ikutan ibadah agama laen namanye. Sale-sale ntar dibilang nyampur adukkin ajaran agama loh. Bisa berabe tuh!

Kayaknya baru kali ini deh gw ngeliat ada pejabat yang ikutan acara di rumah ibadah ampe kayak begini. Busyet dah!

Jangan cuma gara-gara jabatan, si abang nyampur adukin agama dong ah.

 Pis!

Anak Betawi
Cinta damai tapi ogah nyampur-adukin agama (taku kualat ame kyai)