Gambar siapa tuh yang ngotorin Jakarta?

Biar adil nih.
Kalo mo dicabut, ya dicabut semua aja dong bang. Jangan cuma spanduk, pamflet atawa stiker aja.

Ade tuh yang lebih ngotorin Jakarta. Itu loh yang betebaran dalam bentuk plang-plang yang isinya nge-gedein wajah si abang. Malah plang-plang yang entu udah nongol jauuuuuuuh banget sebelum pilkada. Ibarat artis yang ngebet ngetop tapi ngga pake duit sendiri, malah make duit pemberantasan narkoba. Tapi aneh, nggak pernah digubris tuh.

Herannya lagi, itu plang-plang nggak pernah dibersiin sama satpol pp. Apa mentang-mentang si abang bosnya satpol pp. Padahal die ngotorin halaman kelurahan, perempatan, sampe pintu-pintu ruma warga. Ampun deh!

Ini contoh plangnye:

 
Bilangnye sih ngebersihin tapi malah bikin ngebala abiz… Lumayan nih, daripada ngotorin Jakarta, bagusnya dikiloin aja sama pemulung.

Anak betawi
- anti ngotorin Jakarta

 

 

“Para Cagub Mohon Bersabar, Kalau Mau Berpose Ada
Waktunya”

Rabu, 02 Mei 2007, 11:14:19

Jakarta, Rakyat Merdeka. Maraknya spanduk dan poster para calon gubernur yang akan mengikuti ajang pilkada langsung Jakarta 2007 mengundang reaksi keras dari aparat Tramtib dan Linmas DKI Jakarta akhir-akhir ini. Sejumlah kawasan yang terdapat spanduk tersebut mulai ditertibkan.

Menanggapi hal itu, Ketua Badan Pemenanga Pemilu DPD PDI Perjuangan Audi Tambunan, Rabu (2/5), mengatakan penertiban itu sangat wajar dilakukan oleh aparat. Sebab, tempelan gambar calon gubernur yang belum waktunya kampanye itu akan sangat merusak keindahan kota.

“Saya rasa pantas kalau aparat melakukan pembersihan sementara waktu. Apalagi, para walikota di lima wilayah sedang sibuk menyiapkan untuk Adipura. Saya kira semua pihak harus bersabar, karena mayarakat juga tau kalau calon gubernurnya kemungkinan besar hanya dua orang itu saja (Fauzi dan Adang),” ujarnya.

Wakil ketua DPD PDIP ini juga menyarankan kepada para tim sukses calon gubernur agar tidak keburu nafsu untuk menampilkan jagonya dengan bentuk penempelan poster dan spanduk. Sebab, pada saatnya KPUD DKI memberikan jadwal kampanye, maka semua cagub bebas memasang foto dalam bentuk apapun.

“Kalau sudah masuk jadwal kampanye, semua calon gubernur bebas berpose di depan publik, sehingga tak perlu curi start. Mau gaya coverboy, mau gaya superman, terserah saja. Yang penting sabar supaya pemasangan spanduk dan poster tidak sia-sia,” tutur Audi. yatdari situs rakyat merdeka klik di sini.

~ by anak betawi on May 2, 2007.

5 Responses to “Gambar siapa tuh yang ngotorin Jakarta?”

  1. harusnya warga jakarta cerdas dalam menilai mana yang kampanya nyolong start utk pilkada, mana yg kampanye figur.

    Tipe pertama yaitu kampanye nyolong start contohnya spt yg dilakukan cagub-cawagub Adang-Dani. Jelas2 masa kampanye belum dimulai, eh sudah nempelin stiker poster spanduk dgn foto mereka berdua bertulisan di bawahnya CAGUB – CAWAGUB. Nah ini permasalahannya. Kenapa harus nulis CAGUB – CAWAGUB?? Kalo mau kampanye figur, gak perlu nulis begitu. Karena itu jelas mengarah ke pilkada yg masa kampanyenya jelas-jelas belum di mulai.

    Lain halnya dengan tipe kedua yaitu kampanye figur spy yg dilakukan oleh Sutiyoso, SBY, Fauzi Bowo dimana foto2 mereka nampang di billboard2 ibukota. Pada keterangan gambar tidak ditulis CAPRES / CAGUB tapi ditulis nama dan kapasitas mereka (Misal Fauzi Bowo Ketua Badan Anti Narkoba)

    Bagaimanapun juga kedua tipe tersebut bisa dilihat sebagai promosi diri dgn tujuan tertentu (dalam hal ini jadi gubernur DKI). Masalahnya apa yg dilakukan Adang-Dani lebih tidak etis karena secara nyata melanggar masa kampanye (atau disebut nyolong start).

    Dari sisi hukum, pihak KPUD/PANWAS mengatakan kampanye sebelum pendaftaran cagub-cawagub tidak bisa dianggap pelanggaran dan tidak bisa ditegur oleh KPUD/PANWAS karena cagub-cawagub tsb belum mendaftarkan dirinya. Nah inilah celah hukum / loophole yg dimanfaatkan oleh kedua pihak. Sayangnya cara Adang-Dani sungguh tidak etis dan dapat dikategorikan melecehkan demokrasi.

    Secara umum kedua pihak (Adang & Fauzi) sama2 telah melakukan promosi sebelum masa kampanye. Jika ada suatu cara yg dianggap salah atau tidak sepantasnya (tidak etis) sebaiknya masing2 pihak berani bertanggung jawab mengakui kesalahannya dan minta maaf, bukan seperti yg terjadi sekarang ini mereka saling menyalahkan satu sama lain dan berkilah (ngeles). Kalau begini sih keduanya belum pantas jadi teladan (baca gubernur) Jakarta =)

  2. Ngotorin Jakarta tau, pake uang Narkoba lagi.

    Malu doooong

  3. Calon Incumben yang katanya AHLI TATA KOTA/RUANG jadi turun pangkat JADI AHLI TATA BOGA AJA, karena sudah teruji dan terbukti BANJIR bertahun -tahun karena salah kelola/urus sehingga WARGA jadi menderita, darimane uang bikin BALIGO NARKOBA yang mengatasnamakan PERHIMPUNAN PEDULI JAKARTA ya.. paling-paling uang PALAKIN PENGUSAHA untuk dapat TENDER DI DKI entar kalau KEPILIH, kalau kagak ya BENGONG..coy

  4. Tuh ada baliho gede banget foto bang Fauzi di samping gedung MPR DPR RI di Jl Gotot Subroto Jakarta. Dananya dari mana ya???

  5. Ada iklan bank Fauzi dari plang besi gede banget di samping gedung MPR/DPR RI di Jl Gatot Subroto. Dananya dari mana ya, dari Anggaran Daerah? Kalau benar berarti KORUPSI, memakai dana negara untuk kampanye.

Leave a Reply